Rabu, 07 Oktober 2015

Segala tentangmu adalah bahagia

Entah sudah berapa ratus kali rindu bangun di pagi dingin yang kian gigil
Aku masih baik - baik saja, kekasih :

merindu, tak pernah sehangat ini
mengenang, tak pernah sedamai ini
menangis, tak pernah setegar ini
melepaskan, tak pernah setulus ini
pun mengikhlaskan, tak pernah sebahagia ini

Karena segala tentangmu adalah bahagia,
(seperti janjiku di persimpangan kita waktu itu, kekasih)

Kemudian sepenggal doa kutitipkan pada pemilik langit
untuk bahagiamu, cita bahkan cintamu

Rabu, 25 Februari 2015

Pernah Ku Minta Selamanya

Pernah ku minta Selamanya
Agar tanganku tetap tenggelam dalam genggaman
Jemarimu adalah satu - satunya yang bisa ku gapai;
Untuk selamanya saling menggenggam

Pernah ku minta Selamanya
Ketika ku rapalkan namamu dalam doa - doa tanpa suara
Atau dalam riuh di dada tiap habis berjumpa

Pernah ku minta Selamanya
Tapi Tuhan meminjamkan kita Sementara
Dalam sajak-Nya bait tentang kita telah usai
Maka tepat sebelum genggaman terurai,
pernah ku minta Selamanya


Selasa, 25 November 2014

Waktu Beku

Bagian 1
Dua puluh empat malam yang keempat
Suaramu masih menggema di telinga
Tunggu..., katamu
Tapi kemudian aku lupa;
Kau yang membekukan waktu
atau sebaliknya, waktu melewatkan engkau

Bagian 2
Dua puluh empat malam yang kelima
Aku dihujat rindu
kemudian ditertawakan sepi;
memilih pergi dan tak bisa kembali?

– tapi di sini, waktu memilih membeku


Bagian 3
Dua puluh empat malam yang keenam
Kau tetap kau dalam ingatan
Cahaya redup, gugup, gamang, seperti lampu taman
Aku pun masih tetap aku
penikmat gelap dan dingin malam di sekitarmu
Tapi bukankah setiap malam punya akhir
lalu lampu - lampu taman dipadamkan
Dan mungkin, pagi ini aku harus pulang

Bagian4
Dua puluh lima fajar yang pertama
Kau tidak membekukan waktu
Pun waktu  tidak melewatkan engkau; 
waktu membekukan aku



September - November 2014

Minggu, 23 November 2014

Rindu Datang, Malam Ini

Di kamar ini
Dua cangkir teh panas, kenanganmu, lalu aku
berdekapan di sudut ruangan

Di pintu masuk Rindu berdiri gamang
Kuyup oleh hujan yang kacau
Gigil oleh sepi yang dingin

"Boleh aku masuk?" pintanya
sebelum ku banting pintu tepat di depan wajahnya

Malam ini aku tak ingin Rindu,
Aku ingin kamu.

Kamis, 01 Mei 2014

Masihkah Begitu?

Percakapan - percakapan panjang kita dulu;
kamu masih ingat?
Katamu pesan singkat-ku adalah penawar lelahmu.
Masihkah begitu?